-->

Teknologi Digital yang Membawaku Ke Jakarta



mungkin bagi kalian ini adalah cerita biasa. Tidak ada yang luar biasa apalagi di luar akal sehat. Toh hanya ke Jakarta, bukan ke Eropa atau pergi haji ke Arab Saudi. Jakarta? Ya, hanya ke Jakarta sebuah wilayah yang konon katanya banyak artis-artis berkeliaran itu (kata temen begitu). Tapi akan berbeda jika ceritanya melancong ke Jakarta gegara diundang oleh pak Menteri. Saya termasuk salah satu yang diundang sebagai  nominator lomba blog perwakilan dari Jawa Timur ke Kemendikbud. Tapi bukan itu tujuan tulisan saya disini. Saya ingin berbagi pengalaman mengenai teknologi di era digital. Sebuah era yang katanya bisa menjelajah dunia hanya dengan sentuhan tangan di layar.

Pengalaman Pertama dengan E-Tiket

Saya termasuk orang yang tertinggal dengan "wacana" digitalisasi di Indonesia. Pengetahuan saya hanya sebatas apa yang ada di gadget, apa yang saya lihat di media, apa yang saya temukan di internet, dan apa yang saya tonton di Youtube. tidak ada pengalaman, tidak interaksi fisik. Semuanya hanya katanya dan katanya.  Toh, saya hanyalah anak yang lahir di kota paling ujung pulau Madura. Meskipun begitu, keimanan saya terhadap era digital tidak bisa ditawar lagi. Maka ketika saya mendapatkan kabar gembira dari kementerian sebagai salah satu nomine lomba blog yang akan diberangkatkan ke Jakarta, sikap saya seperti anak kecil yang mendapatkan hadiah di hari ulang tahunnya. Teriak sambil berjingkrak-jingkrak. Kesempatan ini menjadi semacam harta karun yang harus saya buka sendiri isinya.

Nuansa era digital benar-benar saya rasakan adalah ketika membeli tiket pesawat rute Solo-Jakarta untuk acara nominasi lomba blog Kemendikbud. Ini pertama kalinya saya memesan tiket pesawat dan sekaligus pertama kalinya saya memakai jasa online. Tidak perlu saya sebutkan "nama merknya". Toh, kalian pastinya sudah sangat mengenal dengan aplikasi ini. Disitu saya hanya perlu mentransfer uang ke bank. Selanjutnya "mereka" akan mengirimkan E-tiket yang berbentuk PDF. Ini adalah hal baru bagi saya dan sangat begitu menakjubkan. Bagaimana tidak? di ujung pulau Madura dengan segala keterbatasan finansial maupun teknologinya berhasil menciptakan sentuhan yang membuatnya bisa melancong ke Ibu kota. Hanya dengan sentuhan ringan dan itupun dilakukan di dapur sambil membantu ibu memasak. Bukankah ini seperti di film Ironman? dimana Robet Downey hanya perlu mengusap layar di jam tangannya untuk segala aktifitas heroiknya.

Pengalaman ini juga mengajarkan saya bahwa dunia yang saya tempati sekarang telah sangat terkoneksi. Semuanya terhubung. Dari mesin ATM hingga aplikasi 18 MB di layar gadget. Orang-orang hanya perlu menggerakkan jari untuk segala keperluannya seperti berbelanja, makan, bahkan untuk traveling. Era ini memang memanjakan manusia dari segi efisiensi, kemudahan, dan kecepatan. Terlepas dari itu semua, manusia tetaplah si "pemegang remote". Perangkat dan aplikasi yang saya ceritakan diatas hanyalah "remote" dari si empunya. Bagaimanapun canggihnya sebuah remote ia seharusnya tidak bisa mengontrol pemilikinya.   


#digitallife #madepossible #domainesia

Click to comment