-->

Mari Belajar Keberagaman dari Pakaian Batik Cirebon

Sudah tidak perlu dipertanyakan lagi bahwa negara Indonesia terkenal dengan keberagamannya. Masyarakat Indonesia sendiri terdiri dari berbagai etnis, suku dan kelompok yang bermacam-macam. Menurut sensus BPS tahun 2010 Indonesia memiliki tidak kurang dari 300 etnik atau suku.  Diantara etnis tersebut ada yang berasal dari Indonesia alias etnis asli Indonesia, ada juga yang berasal dari India, Arab, Cina yang kemudian bermigrasi dan menetap di Indonesia. Keberagaman ini akhirnya melahirkan kebudayaan dan adat istiadat yang beraneka ragam. Setiap suku memiliki ciri kebudayaannya yang berbeda dengan lainnya. Perbedaan ini bisa berupa adat istiadat, bahasa, kultur sosial, maupun pakaian adatnya. Perbedaan-perbedaan ini yang menjadikan pesona Indonesia menjadi cukup unik. Dimana berbagai kebudayaan dan suku di Indonesia ternyata saling melengkapi dan bersinergi dengan lainnya. Hal ini bisa dibuktikan dari warisan-warisan nenek moyang kita yang banyak dipengaruhi oleh berbagai kebudayaan di nusantara. Diantara warisan-warisan itu adalah pakaian batik yang lumrah digunakan oleh masyarakat Indonesia hingga kini.

Aneka motif yang terdapat dalam kain batik ternyata tidak saja mengandung nilai-nilai filosofi kehidupan, tetapi juga nilai-nilai toleransi dan keberagaman. Nilai-nilai keberagaman ini dapat ditemukan dari motif-motif yang digunakan dalam pembuatannya. Motif-motif tersebut ternyata adalah hasil dari percampuran antar kebudayaan dari suatu suku yang berbeda-beda. Misalnya motif yang terdapat dalam batik Cirebon, Tuban, dan Lasem yang banyak dipengaruhi kebudayaan Cina. Diantara 3 jenis batik tersebut batik Cirebon adalah yang paling banyak menampilkan keanekaragaman kebudayaan.

Mengenal Keberagaman melalui Batik Cirebon

Cirebon selain dikenal dengan wisatanya (wisata Cirebon banyak sekali loh, coba cek disini), juga banyak dikenal dengan keunikan batiknya. Cirebon sendiri pada mulanya dikenal dengan nama Caruban yang berarti bersatu padu. Karena disana bercampur para pendatang dari beraneka bangsa. Diantaranya adalah Sunda, Jawa, Tionghoa, dan Arab. Maka tidak mengherankan jika motif batik Cirebon banyak mencampurkan berbagai kebudayaan yang beragam. Seperti motif mega mendung yang sering disebut sebagai ikon dari batik Cirebon. Motif batik ini ternyata adalah hasil campuran dari kebudayaan Jawa dan Cina. Dimana asal mulanya batik motif Mega Mendung sendiri karena Syekh Sunan Gunung Jati yang menikahi wanita Tionghoa bernama Ong Tie. Ada juga motif Naga Silam yang tidak kalah menariknya dengan motif Mega Mendung.  Motif ini selain dipengaruhi oleh kebudayaan Cina ternyata juga dipengaruhi oleh India yang datang ke Cirebon.

(oh ya, untuk batik Cirebon sendiri kalian dapat membelinya di BT Trusmi dan BTAlways Batik. Toko ini juga menyediakan pembelian secara online loh...buruan ya beli batik Cirebonnya disini)
            
       Dari keanekaragaman batik Cirebon dan pengaruh berbagai budaya didalamnya kita bisa menyadari bahwa nenek moyang kita ternyata sudah mengaplikasikan keberagaman dalam kehidupannya. Percampuran antar budaya tidak lantas menjadikan mereka tersekat-sekat dan mengambil jarak, akan tetapi justru bersinergi dan saling melengkapi. Keanekaragaman ini tidak menjadikan mereka mundur, tetapi malah menghasilkan suatu entitas seni yang indah dan diakui dunia.

            Batik tidak saja menyuguhkan keindahan, ia juga turut memberi sumbangsih pada nilai-nilai toleransi dan keberagaman sejak zaman dahulu.  nenek moyang kita sudah sejak lama mengenal rasa persaudaraan ini. Persaudaraan yang tidak melihat jenis kulit, suku, maupun budaya.  Oleh karena itu kita sebagai penerus bangsa sejatinya juga harus turut menjaga dan melindungi keanekaragaman ini. Menjaga pesona Indonesia tidak melulu soal melindungi wisata alam, tetapi bisa juga dengan melestarikan filosofi keberagaman yang terdapat didalam kain Batik. Karena bagaimanapun juga Batik lebih baik. J
         

Click to comment