-->

Kenali Pneumonia Sejak Dini, Gejala dan Cara Pencegahannya

Kesehatan di zaman sekarang bak barang berharga nan langka. Tidak semua orang dapat menikmatinya. Berbagai macam penyakit baik menular maupun tidak menular banyak menyerang masyarakat, khususnya bagi balita dan anak-anak. Menurut UNICEF setidaknya terdapat 2,6 juta bayi meninggal setiap tahunnya.

Di Indonesia sendiri angka kematian bayi juga masih berada diatas angka 1000.  Bahkan menurut UNICEF seperti yang dikutip oleh media indonesia, negara Indonesia menduduki 10 negara dengan angka kematian bayi tertinggi di dunia.

Diantara penyakit menular itu adalah pneumonia. Penyakit ini menjadi salah satu yang paling banyak memakan korban. Bahkan menurut riset kementerian kesehatan RI, pneumonia menjadi penyakit kedua mematikan  di Indonesia. Setidaknya setiap 1 menit terdapat 2 orang anak meninggal dunia dikarenakan pneumonia. 

Akan tetapi sangat disayangkan, banyak masyarakat terutama keluarga yang belum tahu tentang pneumonia. Alih-alih orang tua mampu mencegah anaknya terserang penyakit ini. yang sering terjadi malah orang tua tidak bisa mendeteksi dini tentang penyakit ini. sehingga tidak jarang setelah anaknya parah barulah mereka membawanya ke rumah sakit. Lalu apa itu pneumonia, dan bagaimana cara pencegahannya?. Artikel ini mencoba untuk menjelaskan pengertian, gejala dan cara pencegahannya sedini mungkin.

Apa Itu Pneumonia?

Pneumonia sendiri adalah nama medis dari suatu penyakit pernafasan. Ia memiliki banyak istilah di Indonesia. Biasanya para dokter menggunakan istilah radang paru-paru. ada juga yang menggunakan istilah paru-paru basah. Namun biasanya, penggunaan paru-paru basah tidak selalu tepat. Karena istilah ini menurut dr. Madeleine tidak sama dengan paru-paru basah.

Umumnya penyakit ini diderita oleh masyarakat negara berkembang. Dimana Indonesia menjadi salah satu yang paling banyak terinfeksi penyakit ini.  Menurut dr. Madeleine Ramdhani juga, selaku anggota ikatan dokter anak Indonesia pneumonia adalah penyakit infeksi pada jaringan paru-paru. Sebabnya bisa bermacam-macam diantaranya adalah infeksi virus, jamur dan bakteri. Namun menurutnya secara umum penyakit pneumonia dikarenakan inveksi virus dan bakteri.

Gejala pneumonia biasanya dimulai dengan batuk dan pilek kemudian demam dan berkembang menjadi sesak. Sesak nafas ini ditandai dengan tarikan nafas yang cepat ke dinding dada. sebabnya bisa bermacam-macam. Akan tetapi faktor lingkungan yang paling banyak memberi resiko terjadinya pneumonia pada anak. Bisa jadi karena gaya hidup orang tuanya yang tidak sehat. Semisal ayah perokok, sirkulasi udara yang tidak baik, sanitasi yang tidak bersih dan lainnya.


·          Asupan Gizi yang baik

        Menurut ibu Selina patta Sumbung ketua Yayasan Sayangi Tunas Cilik Indonesia, Orang tua khususnya ibu harus memberikan asupan gizi yang baik pada anak balitanya agar terhindar dari penyakit pneumonia. Dilangsir dari wabsite dictio.id ada 6 jenis gizi yang diperlukan anak: karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral, air.

          6 jenis gizi ini sangat diperlukan bagi anak untuk membentuk 3 zat (zat tenaga, zat pembangun, zat pengatur) yang berguna bagi metabolisme anak.  Zat tenaga sendiri adalah asupan gizi yang dapat menghasilkan energi. Zat pembangun adalah asupan gizi yang berfungsi membangun pertumbuhan fisik dan organ tubuh anak. Sedangkan zat pengatur befungsi agar organ dan jaringan tubuh dapat berfungsi dengan baik.

·            ASI ekslusif


      Dilangsir dari departemen kesehatan, ASI yang diberikan ibu pada anak memberikan dampak yang besar terhadap daya tahan anak dari serangan pneumonia. Hal ini dikarenakan ASI memiliki zat antibodi yang dapat melawan virus dan bakteri. Dikutip dari aladokter.com pemberian ASI ekslusif selama priode 6 bulan memiliki 13 manfaat yang diantaranya: membuat anak cerdas, berat badan ideal, tulang bayi lebih kuat, mendapatkan limpahan kolestrol, mengurangi resiko terjadinya sindrom kematian pada bayi, tubuh lebih langsing, KB alami, mengurangi stres pada bayi, mengurangi perdaarahan, menurunkan resiko kanker payudara, dan hemat uang.

Sedangkan pemberian ASI pada priode 6 bulan hingga 2 tahun pertumbuhan anak menjadi lebih optimal. Anak bayi juga tidak akan mudah sakit dan lebih kuat.
·        
          Makanan Pendamping ASI (MP-ASI)

    Selanjutnya, berikan makanan pendamping yang tepat bagi anak setelah masa pemberian ASI ekslusif selama 6 bulan. Menurut Dr. Franda Prawita yang dikutip oleh departemen kesehatan gizi Kemkes, pemberian makanan pendamping bisa dimulai dengan menu makanan yang mengandung zat besi, protein, dan karbohidrat. Agar pencernaan bayi tidak kaget sebaiknya makanan awalnya harus bertekstur lembut. Selanjutnya menurut Dr. Franda perhatikan juga reaksi bayi setelah diberi makanan pendamping. Bisa jadi sang bayi tidak suka atau alergi pada makanan tersebut.
·         
         
          Imunisasi yang Lengkap

Pemberian imunisasi yang lengkap dapat melindungi anak dari timbulnya penyakit. Dengan imunisasi sistem kekebalan tubuh anak dapat melawan berbagai virus atau bakteri yang masuk kedalam tubuhnya. Sehingga anak dapat tercegah dari pentakit-penyakit berbahaya seperti Pneumonia.
Adapun priode pemberian imunisasi pada anak diurutkan berdasarkan usianya. Dikutip dari departemen kesehatan, Untuk anak usia kurang dari 24 jam anak diberi imunisasi Hepatitis B (HB-0), anak usia 1 bulan diberikan (BCG dan Polio 1), anak usia 2 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 2), anak usia 3 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 2, Polio 3), anak usia 4 bulan diberikan (DPT-HB-Hib 3, Polio 4, Polio suntik, anak usia 9 bulan diberikan (MR), kemudian selanjutnya anak bayi hingga usia 2 tahun diberikan (DPT-Hb-Hib dan MR). Sedangkan bagi anak usia kelas 1 SD/madrasah/sederajat diberikan imunisasi (DT dan Campak/MR).
·   
            Lingkungan yang Sehat


Seperti  yang telah dijelaskan diawal, lingkungan menjadi faktor utama terjadinya pneumonia pada anak. Misalnya ayah yang seorang perokok, makanan, rumah  yang tidak bersih bisa menjadi faktor penyebab pneumonia pada anak balita. Orang tua haruslah bisa  menjaga kebersihan dan kesehatan di dalam rumah. dan tempat pembuangan kotoran. Peran orang tua sendiri tidak melulu persoalan ibu. Tapi juga ayah sebagai kepala keluarga harus turut berperan menjaga lingkungan rumahnya. Contohnya  berhenti merokok, jika ayah adalah seorang perokok, membersihkan sanitasi secara rutin, membersihkan AC dan lainnya.

Lebih lanjut ibu Selina Patta Sumbung mengungapkan ada 6 hal yang perlu dijaga oleh orang tua agar terhindar dari pneumonia:  pertama, penggunaan air bersih. Kedua, cuci tangan di 5 waktu kritis. 5 waktu kritis itu sendiri adalah: 


Anak-anak sebagai korban terbanyak penyakit ini adalah anak yang berusia dibawah 5 tahun. Untuk anak diatas usia 5 tahun juga berpotensi terkena pneumonia. Bahkan pneumonia juga bisa terjadi pada orang dewasa dan orang tua. Meskipun tidak sebesar anak dibawah usia 5 tahun. Lalu bagaimana cara pencegahan penyakit pneumonia pada anak? Berikut langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan keluarga:
  • Cuci tangan sehabis BAB
  • Cuci tangan sebelum memberi makan anak
  • Cuci tangan sebelum menyiapkan makanan bagi anak
  • Cuci tangan sebelum menyusui bayi
  • Cuci tangan setelah kontak fisik dengan hewan 
Saatnya orang tua #berpihakpadaanak 

Click to comment